World Clock



Best FM Medan - Radionya Internet Lovers

We Are Online at 08.00 AM to 00.00 AM


BEST FM 3


Harap SABAR Menunggu 1 MENIT,
sedang DIPROSES...


Sunday, May 31, 2009

Data Mei 2009

Tanggal 1 Mei 2009 (Jumat) : 138 Listeners

Tanggal 2 Mei 2009 (Sabtu) : 100 Listeners

Tanggal 3 Mei 2009 (Minggu) : 92 Listeners

Tanggal 4 Mei 2009 (Senin) : 119 Listeners

Tanggal 5 Mei 2009 (Selasa) : 91 Listeners

Tanggal 6 Mei 2009 (Rabu) : 109 Listeners

Tanggal 7 Mei 2009 (Kamis) : 109 Listeners

Tanggal 8 Mei 2009 (Jumat) : 279 Listeners

Tanggal 9 Mei 2009 (Sabtu) : 348 Listeners

Tanggal 10 Mei 2009 (Minggu) : 57 Listeners

Tanggal 11 Mei 2009 (Senin): MAINTENANCE

Tanggal 12 Mei 2009 (Selasa) : 120 Listeners

Tanggal 13 Mei 2009 (Rabu) : 225 Listeners

Tanggal 14 Mei 2009 (Kamis) : 87 Listeners

Tanggal 15 Mei 2009 (Jumat) : 247 Listeners

Tanggal 16 Mei 2009 (Sabtu) : 85 Listeners

Tanggal 17 Mei 2009 (Minggu) : 135 Listeners

Tanggal 18 Mei 2009 (Senin) : 77 Listeners

Tanggal 19 Mei 2009 (Selasa) : 113 Listeners

Tanggal 20 Mei 2009 (Rabu) : 114 Listeners

Tanggal 21 Mei 2009 (Kamis) : 151 Listeners

Tanggal 22 Mei 2009 (Jumat) : 248 Listeners

Tanggal 23 Mei 2009 (Sabtu) : 132 Listeners

Tanggal 24 Mei 2009 (Minggu) : 55 Listeners

Tanggal 25 Mei 2009 (Senin) : 78 Listeners

Tanggal 26 Mei 2009 (Selasa) : 112 Listeners

Tanggal 27 Mei 2009 (Rabu) : 83 Listeners

Tanggal 28 Mei 2009 (Kamis) : 88 Listeners

Tanggal 29 Mei 2009 (Jumat) : 184 Listeners

Tanggal 30 Mei 2009 (Sabtu) : 162 Listeners

Tanggal 31 Mei 2009 (Minggu) : 171 Listeners

Keterangan:


Jumlah Listener ini di ambil pada PUKUL 23.00 WIB setelah Radio OFFLINE.

Pukul 07.00 WIB sebelum Radio ONLINE, Counternya di RESET ke posisi NOL kembali.

Wednesday, May 13, 2009

Best FM is The BEST???

Best FM Medan, merupakan Radio Digital Online pertama di Sumatera dan juga Radio Digital Online pertama yang memasang IKLAN

BANNER di detik.com pada tanggal 13 Mei 2009

Click Here To Download

Selain itu Gebrakan Lain Best FM adalah:

1. Radio PERTAMA dikota medan yang BERANI mengadakan TALKSHOW yang mengangkat TOPIK BUDDHA BAR,

BUDDHA BUKA BAR?? dengan menghadirkan Narasumber yang berkompeten (OMS 20 Maret 2009)

2. Radio Digital Online PERTAMA yang ikut mensosialisasikan system Baru PEMILU LEGISLATIF 2009 dengan menghadirkan Bapak DR. H. Surya Perdana SH (dari KPUD SUMUT). (OMS 27 Maret 2009)

3. Radio Digital Online PERTAMA yang mengadakan talkshow seputar lingkungan hidup dengan topik Bencana Alam,

Salah Siapa? dengan menghadirkan Narasumber dari PEMKO MEDAN yaitu Ibu Ir. Purnama Dewi MM (OMS 17 April 2009)

4. Radio Digital Online PERTAMA yang ikut memperhatikan NASIB PEREMPUAN dengan mengadakan Talkshow "KARTINI

DIMASA KINI" dengan Menghadirkan Narasumber dari Biro pemberdayaan Perempuan Kantor Gubernur Sumut: Ibu Ir. Rohani Bakkara. (24 April 2009)

5. Radio Digital Online PERTAMA yang melakukan acara LIVE

ON THE LOCATION seperti:
LIVE dari Vihara Borobudur di hari Waisak. (OMS 8 Mei 2009)

Dan masih banyak lagi PRESTASI BEST FM sebagai Radio Digital Online....

Ikuti terus GEBRAKAN kami selanjutnya................

Friday, May 1, 2009

Data April 2009

Tanggal 1 April 2009 (Rabu) : 269 Listeners

Tanggal 2 April 2009 (Kamis) : 125 Listeners

Tanggal 3 April 2009 (Jumat) : 219 Listeners

Tanggal 4 April 2009 (Sabtu) : 199 Listeners

Tanggal 5 April 2009 (Minggu) : 114 Listeners

Tanggal 6 April 2009 (Senin) : 206 Listeners

Tanggal 7 April 2009 (Selasa) : 202 Listeners

Tanggal 8 April 2009 (Rabu) : 257 Listeners

Tanggal 9 April 2009 (Kamis) : 216 Listeners

Tanggal 10 April 2009 (Jumat) : 113 Listeners

Tanggal 11 April 2009 (Sabtu) : 157 Listeners

Tanggal 12 April 2009 (Minggu) : 127 Listeners

Tanggal 13 April 2009 (Senin) : 176 Listeners

Tanggal 14 April 2009 (Selasa) : 148 Listeners

Tanggal 15 April 2009 (Rabu) : 146 Listeners

Tanggal 16 April 2009 (Kamis) : 157 Listeners

Tanggal 17 April 2009 (Jumat) : 287 Listeners

Tanggal 18 April 2009 (Sabtu) : 98 Listeners

Tanggal 19 April 2009 (Minggu) : 57 Listeners

Tanggal 20 April 2009 (Senin) : 417 Listeners

Tanggal 21 April 2009 (Selasa) : 124 Listeners

Tanggal 22 April 2009 (Rabu) : 122 Listeners

Tanggal 23 April 2009 (Kamis) : 131 Listeners

Tanggal 24 April 2009 (Jumat) : 138 Listeners

Tanggal 25 April 2009 (Sabtu) : 87 Listeners

Tanggal 26 April 2009 (Minggu) : 89 Listeners

Tanggal 27 April 2009 (Senin) : 126 Listeners

Tanggal 28 April 2009 (Selasa) : 106 Listeners

Tanggal 29 April 2009 (Rabu) : 126 Listeners

Tanggal 30 April 2009 (Kamis) : 242 Listeners



Keterangan:



Jumlah Listener ini di ambil pada PUKUL 23.00 WIB setelah Radio OFFLINE.

Pukul 07.00 WIB sebelum Radio ONLINE, Counternya di RESET ke posisi NOL kembali.

Wednesday, April 1, 2009

Data Maret 2009

Tanggal 1 Maret 2009 (Minggu) : 577 Listeners

Tanggal 2 Maret 2009 (Senin) : 168 Listeners

Tanggal 3 Maret 2009 (Selasa) : 297 Listeners

Tanggal 4 Maret 2009 (Rabu) : 143 Listeners

Tanggal 5 Maret 2009 (kamis) : 207 Listeners

Tanggal 6 Maret 2009 (Jumat) : 156 Listeners

Tanggal 7 Maret 2009 (Sabtu) : 97 Listeners

Tanggal 8 Maret 2009 (Minggu) : 167 Listeners

Tanggal 9 Maret 2009 (Senin) : 116 Listeners

Tanggal 10 Maret 2009 (Selasa) : 88 Listeners

Tanggal 11 Maret 2009 (Rabu) : 130 Listeners

Tanggal 12 Maret 2009 (Kamis) : 136 Listeners

Tanggal 13 Maret 2009 (Jumat) : 161 Listeners

Tanggal 14 Maret 2009 (Sabtu) : 169 Listeners

Tanggal 15 Maret 2009 (Minggu) : 118 Listeners

Tanggal 16 Maret 2009 (Senin) : 117 Listeners

Tanggal 17 Maret 2009 (Selasa) : 127 Listeners

Tanggal 18 Maret 2009 (Rabu) : 163 Listeners

Tanggal 19 Maret 2009 (Kamis) : 178 Listeners

Tanggal 20 Maret 2009 (Jumat) : 406 Listeners

Tanggal 21 Maret 2009 (Sabtu) : 202 Listeners

Tanggal 22 Maret 2009 (Minggu) : 136 Listeners

Tanggal 23 Maret 2009 (Senin) : 246 Listeners

Tanggal 24 Maret 2009 (Selasa) : 409 Listeners

Tanggal 25 Maret 2009 (Rabu) : 239 Listeners

Tanggal 26 Maret 2009 (Kamis) : 185 Listeners

Tanggal 27 Maret 2009 (Jumat) : 207 Listeners

Tanggal 28 Maret 2009 (Sabtu) : 427 Listeners

Tanggal 29 Maret 2009 (Minggu) : 225 Listeners

Tanggal 30 April 2009 (Senin) : 435 Listeners

Tanggal 31 Maret 2009 (Selasa) : 192 Listeners

Keterangan:
Jumlah Listener ini di ambil pada PUKUL 23.00 WIB setelah Radio OFFLINE.
Pukul 07.00 WIB sebelum Radio ONLINE, Counternya di RESET ke posisi NOL kembali.

Tuesday, March 24, 2009

Data Februari 2009

Tanggal 5 Februari 2009 (Kamis): 103 Listeners

Tanggal 6 Februari 2009 (Jumat): 145 Listeners

Tanggal 7 Februari 2009 (Sabtu): 115 Listener

Tanggal 8 Februari 2009 (Minggu): 110 Listeners

Tanggal 9 Februari 2009 (Senin) : 198 Listeners

Tanggal 10 Februari 2009 (Selasa) : 108 Listeners

Tanggal 11 Februari 2009 (Rabu) : 113 Listeners

Tanggal 12 Februari 2009 (Kamis) : 134 Listeners

Tanggal 13 Februari 2009 (jumat) : 125 Listeners

Tanggal 14 Februari 2009(Sabtu) : 105 Listeners

Tanggal 15 Februari 2009 (Minggu) : 86 Listeners

Tanggal 16 Februari 2009 (Senin) : 118 Listeners

Tanggal 17 Februari 2009 (Selasa) : OFF AIR/ MAINTENANCE

Tanggal 18 Februari 2009 (Rabu) : OFF AIR/ MAINTENANCE

Tanggal 19 Februari 2009 (Kamis) : 113 Listeners

Tanggal 20 Februari 2009 (Jumat) : 115 Listeners

Tanggal 21 Februari 2009 (Sabtu) : 125 Listeners

Tanggal 22 Februari 2009 (Minggu) : 120 Listeners

Tanggal 23 Februari 2009 (Senin) : 103 Listeners

Tanggal 24 Februari 2009 (Selasa) : 88 Listeners

Tanggal 25 Februari 2009 (Rabu) : 116 Listeners

Tanggal 26 Februari 2009 (Kamis) : 95 Listeners

Tanggal 27 Februari 2009 (Jumat) : 133 Listeners

Tanggal 28 Februari 2009 (Sabtu) : 68 Listeners

Keterangan:
Jumlah Listener ini di ambil pada PUKUL 23.00 WIB setelah Radio OFFLINE.
Pukul 07.00 WIB sebelum Radio ONLINE, Counternya di RESET ke posisi NOL kembali.

Friday, March 20, 2009

OMS Edisi Perdana SUKSES BESAR

OMS (Obrolan Malam Sabtu) Edisi Perdana pada hari Jumat, tanggal 20 Maret 2009 yang mengangkat TOPIK : Buddha Bar? Buddha Buka Bar? SUKSES BESAR, dimana rencananya acara ini di gelar selama 1 jam yaitu jam 8 - 9 malam, tapi karena Antusias pendengar begitu besar sehingga acara ini dilanjutkan sampai Jam 10 malam (2 jam).

Antusias Pendengar di salurkan melalui YM kami di bestfmmedan@yahoo.com, dan SMS 061 76278103. Setelah selesai Acara kami cek e-mail ternyata ada juga yang menyampaikan OPINI dan ASPIRASINYA via e-mail kami.

YM yang masuk bukan hanya dari MEDAN, tapi datang juga dari JAKARTA, SURABAYA, TANGGERANG, CIREBON, BANDUNG, DENPASAR, BANJARMASIN, AMBON, MAKASAR, BANDA ACEH, LANGSA, TEBING TINGGI, PEMATANG SIANTAR, JAMBI, PALEMBANG, LAMPUNG.

Dari Luar Negeri datang dari TKI dan PELAJAR kita di XIA MEN - CHINA, SINGAPURA, MALAYSIA.

Dari semua YM, SMS dan e-mail yang masuk SEMUANYA BERNADA HAMPIR SAMA, YANG INTINYA menyatakan:
TIDAK SETUJU NAMA NABI DIJADIKAN NAMA BAR....
dan MEMINTA KETEGASAN DAN KEBERANIAN PEMERINTAH MENEGAKKAN SUPREMASI HUKUM DI NEGARA INDONESIA INI.

Hanya 1 YM yang menyatakan SETUJU dengan adanya BUDDHA BAR yang datang dari kota ADELAIDE.

Kami Mengucapkan Terima kasih kepada Nara sumber kami YM Bhante Khemanando dan Bapak Eddy Suyono (mewakili MBI) dan juga kepada hampir 400 listeners yang telah stay online mendengarkan acara ini dari awal hingga akhir dan terima kasih juga kepada listeners yang telah BERANI menyampaikan ASPIRASI nya pada kami.....

Karena banyaknya permintaan untuk SIARAN ULANG, maka ACARA OMS (Obrolan Malam Sabtu) ini kami siarkan kembali :

Hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2009
Pukul 13.00 - 15.00 WIB

Kami Mohon maaf kalau tidak semua YM dapat kami balas dan tidak dapat dibacakan satu persatu karena begitu banyak YM, SMS dan e-mail yang masuk.

Terima Kasih,

Ucok
Dirut PT. RADIO JAYA MANGGALA

PENISTAAN AGAMA

Harian Analisa, Medan
Jumat, 20 Maret 2009

Buddha Bar & Etika Bisnis

Oleh : Ponijan Liaw


Seorang pria bernama Morgan Spurlock mengadakan sebuah percobaan iseng. Ia adalah pria dewasa yang sehat, segar bugar, siklus hidupnya bagus, dan tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti. Ia kemudian nekat mencoba untuk mengonsumsi junk food dari sebuah perusahaan makanan cepat saji yang cukup terkenal untuk membuktikan hipotesis bahwa junk food memberi ekses sangat negatif pada tubuh. Sebelum melakukan percobaan, Morgan sudah melakukan berbagai pemeriksaan klinis pada 3 dokter yang berbeda untuk mengetahui kondisi fisik dan psikisnya. Setelah itu, selama 30 hari berturut-turut ia hanya mengonsumsi junk food dari perusahaan tersebut, 3 kali sehari, dan setidaknya mencoba setiap menu yang ada minimal 1 kali. Selama periode tersebut, ia terus melakukan pemeriksaan medis. Walau demikian, aktivitas kesehariannya tetap ia lakukan seperti biasa. Hasilnya ternyata mengamini hipotesis yang selama ini ia dengar. Selama 30 hari, Morgan sering mengalami stres dan depresi, sesak nafas, pusing, sulit tidur, dan bahkan, pasangannya mengeluhkan adanya pengaruh buruk dalam kehidupan seksual dan vitalitasnya. Selama 30 hari tersebut, Morgan mengalami kenaikan berat badan 24,5 pon, kadar kolesterol membengkak hingga 230, dan tingkat kegemukan sebesar 18 persen. Cerita di atas adalah kisah nyata yang diambil dari Super Size Me, sebuah film dokumenter karya Morgan Spurlock.

Fenomena di atas akhirnya berhasil memicu dan memacu warga dunia untuk menelaah dan meninjau kembali produk dan jasa praktik kapitalisme global itu secara lebih dekat dan serius. Sebenarnya tidak ada yang “salah” dengan kapitalisme. Kapitalisme, yang didasarkan pada perdagangan, disebut Adam Smith sejak lama sebagai kunci kemakmuran. Ide ini sudah dibuktikan secara empiris oleh para akademisi. Dengan adanya perdagangan, maka spesialisasi, penghargaan, kebersamaan, perdamaian, serta kemakmuran bisa tercapai. Yang salah adalah ketika kapitalisme dijalankan dengan melanggar etika sehingga menodai nilai-nilai murni perdagangan itu sendiri.

Apa Itu Etika Bisnis?
Definisi etika bisnis menurut Business & Society - Ethics and Stakeholder Management (Caroll & Buchholtz): etika adalah disiplin yang berhubungan dengan hal-hal yang disebut baik dan buruk yang berhubungan dengan kewajiban dan penegakan moral. Etika juga bisa dianggap sebagai seperangkat nilai dan prinsip moral. Moralitas adalah doktrin atau sistem perilaku. Etika bisnis, karenanya, berkaitan erat dengan praktik benar atau salah (etika), baik atau buruk (moral), indah atau jelek (estetika). Dengan demikian, secara etika dan moral tentu produk junk food di atas dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang tidak memenuhi kriteria ini. Dengan kata lain, etika bisnis disini telah diabrasi dan dimarjinalisasi oleh praktik kapitalisme global ini. Tidak ada perhatian, baik secara moral, etik, mau pun humanistik terhadap apa yang akan terjadi pada orang yang mengonsumsi makanan/minuman yang disajikan. Yang penting laba bisa diraih dalam hitungan deret ukur. Ini sungguh praktik bisnis barbar yang tidak dapat dibenarkan.

Buddha Bar
Soal kedua yang bersinggungan dengan etika bisnis yang menguras energi kognisi dan afeksi secara nasional saat ini adalah eksistensi Buddha Bar. Jika tadi etika berkaitan dengan produk konkret yang disajikan (kasus Morgan Spurlock), disini ada masalah yang lebih abstrak sifatnya: penodaan simbol-simbol suci suatu agama. Secara etika dan moral, jelas pendirian bar yang berkonotasi negatif sebagai tempat menenggak minuman keras dan praktik hedonistik, tentu melukai hati para penganut agama yang nama nabinya yang suci dan diagungkan disandingkan dengan bar dengan segala atributnya yang menegasi etika dan moral. Luka hati dan amarah umat Buddha itu semakin beralasan jika setiap orang memahami makna sesungguhnya dari kata Buddha itu sendiri. Secara kanonik, Buddha adalah manusia paling mulia yang telah mencapai pencerahan sempurna, bebas dari kekotoran batin dan penuntun jalan menuju ke pembebasan terakhir (nirvana). Bagaimana mungkin guru agung yang sangat dimuliakan oleh umat Buddha itu ’dipaksa’ menyaksikan praktik amoral penuh dengan pengingkaran butir-butir kitab suci di hadapannya? Karenanya, sangatlah tepat dan bijaksana ketika Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni terpanggil nuraninya untuk turun memberi fatwa. Ia menegaskan, tempat hiburan yang menggunakan simbol agama Buddha, seperti Buddha Bar, sebaiknya segera ditutup karena telah melukai perasaan umat beragama. Ia melanjutkan, “Jika tak ditutup, saya khawatir nanti ada Islam Bar, Kristen Bar. Dan, bar-baran lainnya,” begitu kata sang menteri yang ranah utamanya memang soal etika dan moral pada pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan agama, di Jambi. ’Fatwa Pemerintah’ ini akan semakin bermakna dan dijadikan acuan hukum formal jika sang menteri segera menuangkannya dalam surat resmi kepada pihak pengelola Buddha Bar. Kita tunggu kristalisasi ucapan itu menjadi keputusan.
Kedua kasus di atas, produk penurun tingkat kesehatan (junk food) dan penodaan simbol-simbol suci agama (Buddha Bar), menggiring setiap insan berhati nurani menggugat dan terus mempertanyakan bagaimana etika bisnis diaplikasikan. Alasan bahwa itu adalah usaha waralaba yang aturan dan segala pernak-perniknya telah diatur oleh hukum internasional tentu tidak dapat diterima begitu saja. Korporasi dengan kapitalisme global yang hanya berniat menyuntikkan segala paham dan idealismenya demi mengeruk pundi-pundi ke setiap negara harus segera dilaporkan ke organisasi perdagangan dunia (WTO) untuk segera dicabut hak jaringannya. Karena, setiap negara pasti memiliki perangkat aturan, norma dan tradisi yang harus dihormati dan ditaati. Wejangan para leluhur pun sudah jelas, ’dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.’

Sebagai penutup ada baiknya setiap orang merenungkan hakikat eksistensi kehidupannya di dunia ini. Apalah artinya harta, jika mati dinista? Apalah artinya nama, jika mati dicerca? Karenanya, janganlah menumpuk pundi-pundi dengan menodai religi. Pundi adalah duniawi, religi adalah surgawi. Hidup senang, mati tenang.
Mungkin itu bisa menjadi renungan sebelum membuka usaha baru. Semoga kapitalisme barbar akan segera berakhir dengan etika bisnis sejati.

***Penulis adalah Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan, Penulis Buku-buku Komunikasi & Zen, tinggal di Jakarta, Email: ponijan@central. net.id.

IKLAN EKONOMIS (Klik untuk PERBESAR)

 Klik untuk PERBESAR